Blogger news

  • Enter Slide 1 Title Here

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • Enter Slide 2 Title Here

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • Enter Slide 3 Title Here

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Minggu, 18 November 2012

gusholis-net™- Ketika Sukarno-Hatta baru saja memproklamasikan kemerdekaan RI secara de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi semuapun menyadari bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Awal dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir. Seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.

Kenapa Kita Memikirkan Palestina?. M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia: pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada dunia Islam, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.

Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan. Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat di negeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI.
Seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia”. Setelah itu dukungan mengalir, di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah.

Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Shalat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.

Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah putih tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau dan memblokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.

Sekarang bagaimana rasannya saat melihat bendera kita di kibarkan oleh bangsa lain dengan kesadaran penuh menunjukan rasa solidaritasnya, karena mereka peduli Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan: “Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejurusan lain.”

Tentu saja, motivasi yang kita bangun tidak hanya dari aspek historis, namun ini kita dapat ambil sebagai sebuah pelajaran untuk mengingatkan kembali betapa palestina pernah melakukan hal yang sama terhadap Indonesia.
Read More
Posted by in ,  on 05.03 1 comment

Rabu, 07 November 2012


gusholis-net™- Dalam dunia pendidikan, PTK atau Classroom Action Research semakin dirasakan manfaatnya baik untuk perbaikan maupun peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Pertanyaan yang kemudian muncul, pernahkah bapak/ibu guru memikirkan untuk mencoba PTK? Atau yang lebih ringan pernahkah bapak/ibu guru membaca laporan hasil PTK? Atau membantu teman guru melaksanakan PTK? Tentu kita tidak mengharap terjadi jawaban dari bapak/ibu yaitu belum sama sekali atau tahu saja baru sekarang. PTK memang masih dirasa asing oleh sebagian besar guru kita, terutama guru SD. Oleh karena, itu agar guru dapat melakukan PTK dengan benar maka perlu mengenal dan memiliki pengetahuan yang cukup dan gambaran yang jelas tentang penelitian ini. 
Tuntunan penyusunan PTK secara lengkap silahkan baca Panduan Praktis Menyusun PTK
Berikut kami sertakan beberapa contoh PTK. Silahkan download pada link download yang kami sediakan.
Link Download 
A. PTK SD
1. PTK PAI dowload disini atau disini
2. PTK IPA download disini atau disini
3. PTK Matematika download disini atau disini
4. PTK Bahasa Indonesia download disini
5. PTK IPS download disini atau disini
6. PTK Penjaskes download disini atau disini 
7. PTK PPKn download disini 
8. PTK Bahasa Inggris download disini 
B. PTK SMP
1. Download disini 
2. Download disini
3. Download disini
Read More
Posted by in  on 21.09 4 comments

Senin, 05 November 2012

gusholis-net™- Ada masalah yang kadang menimbulkan perdebatan. Sering orang mengklaim wacana–wacana itu sebagai wacana sesat. Misal keberagaman (Pluralisme) dianggap paham baru yang sesat, karena menyamakan semua perbedaan dan keyakinan. Ini adalah Klaim yang salah. Pluralisme bukanlah sinkritisme, pluralism sebenarnya cenderung ke toleransi. Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan antar pemeluk agama. Pluralisme adalah sikap memahami keberagaman bukan membenarkan keberagaman (Pluralitas). Jadi pluralism bukan paham membenarkan semua keragaman tapi merupakan etika bersosial untuk bisa menghormati keberagaman. Pluralisme atau keberagaman adalah sistem nilai yang menghargai pluralitas.

Dalam konteks ini pluralisme keagamaan kita letakkan sebagai sikap yang menghargai pluralitas keyakinan keagamaan orang lain sebagai bagian yang asasi dan inheren dalam diri manusia, tanpa harus mengakui kebenaran ajaran agama orang lain. Pengakuan atau penghargaan terhadap “kebenaran” agama orang lain di sini adalah dalam konteks “benar menurut pemeluk agama yang bersangkutan”. Jadi bukan benar menurut keyakinan saya sebagai Muslim. Karenanya, pluralisme agama bukan sinkretisme agama yang punya tendensi ke arah relativisme yang mengarah pada penyamaan dan pembenaran semua agama. Sebab jika dikatakan semua agama itu sama dan benar, dimensi pluralitas justru tidak jelas posisinya.
Pluralisme yang benar justru mengakui perbedaan di antara agama-agama dan ada kesediaan untuk menerima perbedaan itu. Pluralisme justru menerima bahwa manusia punya kepercayaan yang berbeda. Ini berbeda dengan relativisme yang menolak pluralitas dan tidak toleran karena menuntut agama untuk melepaskan dulu keyakinan bahwa mereka benar. Mereka yang concern dengan pluralisme yang benar tidak pernah merelatifkan ajaran agama masing-masing. Mereka tentu mempercayai kebenaran agamanya sendiri. Jadi, meskipun iman kita berbeda, kita tetap bisa bersatu dalam nilai-nilai yang kita miliki bersama, dan lebih dari itu bisa bekerjasama dan tolong menolong dalam masalah kemanusiaan dan penegakan keadilan serta kebenaran.
Buku Mohamed Fathi Osman berjudul The Children of Adam: an Islamic Perspective on Pluralism (Washington DC: Center for Muslim-Christian Understanding; George University, 1996), yang terjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh penerbit Paramadina dengan judul Islam, Pluralisme dan Toleransi Keagamaan agaknya dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan dalam kasus ini. Jika pluralisme dinilai sebagai sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam – dalam pandangan MUI dan umat Islam pada umumnya, barangkali hal ini tidak menurut Fathi Osman, bahkan sebaliknya, Fathi Osman justru memandang bahwa Islam memiliki prinsip-prinsip moral dan hukum mengenai pluralisme tersebut. Lebih dari itu, pluralisme juga pernah menjadi pengalaman Islam dalam catatan sejarah panjang.
Fathi Osman sepertinya ingin mengakrabkan diri dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang dapat dijadikan prinsip pembenaran pluralisme dalam Islam. Dengan sendirinya, hal ini melemahkan pandangan yang mengatakan bahwa pluralisme tidak datang dari Islam, sebab banyak sekali ayat Al-Qur’an yang mendukung pluralisme dimaksud. Dalam hal ini, Fathi Osman mengawalinya dengan menyebutkan bahwa pluralisme dapat dilihat sebagai peran serta bersama tanpa memandang kelompok mayoritas atau minoritas, tapi masing-masing kelompok dapat memberikan peranan masing-masing dengan tetap mempertahankan identitasnya yang khas (h: 3). Ini jelas digambarkan Al-Qur’an: bahwa Tuhan tidak memandang siapa yang banyak, siapa yang sedikit, akan tetapi ketaqwaan yang membedakan mereka semua (Q. S 49: 13).

Fathi Osman memandang bahwa hukum Islam (syariat) dimaksudkan untuk mencegah bahaya dan menepis beban dan penderitaan (Q. S. 5: 6; 22: 78), bukan sebaliknya. Semua hukum Islam harus diwujudkan dalam kesanggupan individu dan masyarakat yang banyak disebutkan berulang-ulan dalam Al-Qur’an (Q. S. 2: 233, 286; 6: 152; 7: 42; 23: 62; 65: 7). Jika perlu, suatu larangan bahkan dapat ditunda untuk sementara sebagaimana halnyameringankan beban kesulitan yang tidak dapat dipikul (Q. S. 2: 173; 5: 8; 6: 119, 145; 16: 115) (h: 32). Jelas ini menunjukkan bahwa Islam melindungi kepentingan orang banyak tanpa memandang status dan kedudukannya, termasuk pula agama dan keyakinannya.

Bagi Fathi Osman, perbedaan merupakan suatu keniscayaan, sebab manusia dilahirkan dengan kondisi perbedaan bawaan, dan pada gilirannya akan menemukan perbedaan perolehan. Inilah essensi pluralisme menurut Osman yang harus diterima dan saling mengenal dengan baik (Q. S. 30: 22; 49: 13) dengan tujuan menemukan suatu pertukaran gagasan dan pengalaman yang bersifat membangun dan agar saling bekerjasama dalam upaya mereka mengembangkan kemanusiaan dan dunia dimana mereka hidup bersama. Tidak ada hambatan mengenai perkawinan silang, baik antara ras, suku, maupun status sosial. Bahkan perkawinan dengan budak dapat diizinkan , dan bahkan didorong dalam kasus-kasus tertentu (Q. S. 2: 22; 4: 25) (h: 38-9).

Bagi Osman, tidak ada alasan tidak bagi pemahaman pluralisme. Sebab pluralisme tidak hanya dapat ditemukan dalam hukum Islam, bahkan pluralism merupakan sesuatu yang pernah ada dalam sejarah peradaban umat Islam. Dalam Wilayah musli – Osman menyebutkan – pendeta Kristen hanyalah pemimpin spiritual yang mewakili komunitasnya masing-masing. Mereka menjalankan profesi dan kegiatan mereka masing-masing dengan bebas. Bahkan, Fatimiyah al-Aziz memiliki seorang menteri Kristen dan menunjuk orang Yahudi sebagai Gubernur di Syiria. Meski posisi-posisi penting dibidang keuangan, kesekretariatan, profesional kota-kota yang dipegang orang-orang Yahudi dan Kristen tidak jarang menimbulkan kecemburuan pihak muslim (h: 62-4). Dalam bidang pengetahuan pun, Osman menyebutkan terjadi interaksi pemikiran keagamaan Muslim, Yahudi dan Kristen di Eropa Barat yang amat menakjubkan (h: 70).Dan yan paling penting untuk keharusan pluralisme ini adalah, bahwa manusia dilahirkan dari nenek moyang yang sama. Bagaimana mungkin manusia dapat dibedakan secara mutlak, jika manusia sama-sama disebut sebagai “anak-cucu Adam. (Osman, 1996)

Selama ini telah banyak pertentangan tentang pluralisme akibat perbedaan pandangan dalam menafsirkan tentang esensi pluralisme itu sendiri. Kalangan muslim yang menolak plurslisme beranggapan bahwa pluralisme berarti meyakini, membenarkan, dan menganggap bahwasannya semua agama itu sama, dan ini sudah tentu menyimpang dari ajaran islam yang salah satunya tertuang pada surat Ali Imron ayat 19. Tapi bagi kalangan yang mendukung pluralisme, pluralisme memiliki arti yang berbeda. Salah satunya seperti pendapat dari Nurcholish Madjid, bahwasannya pluralisme bukanlah meyakini agama lain atau membenarkan agama selain islam, tetapi hanyalah memberi ruang untuk sekedar eksis bagi agama lain.

Bila melihat dari pendapat-pendapat di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasannya saat ini bukan waktunya untuk membenarkan atau menyalahkan makna dari pluralisme, tapi bagaimana kita dapat hidup berdampingan dalam negara yang majemuk tanpa mengurangi rasa keimanan kita terhadap Allah S.W.T.
Tapi kembali lagi, bahwa ini hanya bahasa. Makna sebuah kata adalah penggunannya dalam bahasa, makna sebuah bahasa adalah penggunaanya dalam hidup,“ Jadi mengenai apakah istilah-istilah itu benar atau salah tergantung aplikasinya. Jika Pluralisme diaplikasikan sebagai sinkritisme, tentu kita dapat mengklaim pluralism adalah paham yang berbahaya dan sesat. Namun jika di aplikasikan sebagai sikap memahami keragaman maka pluralism adalah baik dan benar. Wallahua’lam
Read More
Posted by in  on 20.32 2 comments

Jumat, 02 November 2012


gusholis-net™ - Windows 7 AnyTime Upgrade adalah sebuah aplikasi dari microsoft windows yang terdapat di windows 7.  Aplikasi ini berfungsi untuk mengupgrade versi windows 7, contohnya saja windows 7 home premium diupgrade ke windows 7 ultimate.

Aplikasi ini sudah saya uji, dan hasilnya 100% bekerja.

Langkah - langkah  :


1.       Klik Start,  ketik Windows AnyTime Upgrade pada kotak isian search programs and files
2.       Klik Windows AnyTime Upgrade
3.       Masukkan SN -> D4F6K-QK3RD-TMVMJ-BBMRX-3MBMV atau jalankan Windows 7 AnyTime Upgrade Key Generator, anda bisa mendownloadnya di link download yang saya sediakan di bawah.  
4.       Pilih Versi Windows 7 apa yag anda inginkan, contohnya windows saya adalah windows 7 home premium dan saya akan mengupgradenya ke windows 7 Ultimate.
5.       Klik Generate dan copy Serial Numbernya (kalau belum cocok klik lagi sampai ketemu SN nya)
6.       Kembali ke Windows AnyTime Upgrade (Langkah 1) Paste di kotak yang disediakan dan ikuti langkah-langkahnya.
7.       Apabila muncul pesan Windows Anytime Upgrade was not successful., tenang saja. Malah sebaliknya, itu tandanya anda berhasil meng-upgrade windows 7 anda.
8.       Tutup semua aplikasi yang masih berjalan dan restart PC. Jika tidak muncul pesan tersebut, maka PC anda akan otomatis direstart.
9.       Ikuti perintah yang muncul.
10.   Selamat windows 7 anda telah berhasil di upgrade.
11.   Agar menjadi full version gunakan windows loader atau masukkan SN: 342DG - 6YJR8 - X92GV - V7DCV - P4K27

PENTING!
Lakukan upgrade ini secara offline
Pastikan Sytem Restore pada drive dimana windows tersimpan dalam keadaan hidup/ON

Link Download:
Windows 7 AnyTime Upgrade Key Generator
Read More
Posted by in ,  on 00.15 No comments

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search Our Site

Sample Text